Berita dan Artikel

Jelajah Kategori Berita dan Artikel Tanyakan pada dirimu pada dua hal yang terlihat sama namun berbeda

Tanyakan pada dirimu pada dua hal yang terlihat sama namun berbeda

Achmad Syarif 08 February 2024 Dakwah Islam

gambar-post
Sebagaimana mutiara dan permata adalah dua hal yang berbeda namun tetap sebuah keindahan, seperti itu juga menjadi baik dan penyeru dalam kebaikan itu adalah dua hal yang berbeda.
Menjadi baik hanya mencukupkan pada dirinya sendiri dan keluarga, terhadap yang lain? maka tidak diperhatikan atau hanya sekedar menggunakan konsep "mengingkari dengan hati" bila itu sebuah keburukan. sedangkan menjadi penyeru kebaikan, dapat dilakukan oleh orang-orang yg telah usai menata diri dan keluarga lantas ingin menggapai derajat _insan kulli._
Seharusnya Musa as cukup patuh dan nurut dengan bapak angkatnya yaitu Fir'aun, maka segala kekuasaan dan harta akan ditahtahkan kepadanya, ini bila Musa as menjadi orang baik. tapi, perhatikan tatkala beliau bertransformasi menjadi penyeru kebaikan, maka beliau menjadi manusia nomer wahid dalam buronan negara kelas kakap, semua pasukan dan masyarakat mengejarnya utk dibunuh.
Lelaki ini santun, rendah hati, perkataannya selalu mencerminkan akhlak terpujinya, tidak pernah keluar dari lisannya melainkan adalah kebenaran dan kebaikan hingga beliau dijuluki seluruh orang di kota sebagai _al-amin._ inilah pribadi yg baik. tapi, perhatikan saat beliau bertransformasi menjadi penyeru kebaikan. maka berubah 180° penilaian masyarakat terhadapnya. cacian, makian, sumpah serapah, si tukang sihir, orang gila, semuanya dialamatkan kepada baginda Muhammad SAW
Akhirnya kita paham, bahwa ketika kita menjadi baik maka sedikit sekali ujian yg menghampiri, namun sedikitnya ujian menandakan bahwa _stagnan_ nya derajat kita di hadapa-Nya. namun bila menjadi penyeruh kebaikan maka ujian itu semakin besar, beruntunglah kita berada pada jalan para nabi-Nya. karena ini adalah jalan menuju Surga-Nya
Selamat menjadi penyeru kebaikan dimanapun dan kepada siapapun, sebab kita tidak pernah tahu pada kalimat kita yg mana seseorang akan tersentuh hatinya kepada kita*Tanyakan pada dirimu pada dua hal yang terlihat sama namun berbeda
Sebagaimana mutiara dan permata adalah dua hal yang berbeda namun tetap sebuah keindahan, seperti itu juga menjadi baik dan penyeru dalam kebaikan itu adalah dua hal yang berbeda.
Menjadi baik hanya mencukupkan pada dirinya sendiri dan keluarga, terhadap yang lain? maka tidak diperhatikan atau hanya sekedar menggunakan konsep "mengingkari dengan hati" bila itu sebuah keburukan. sedangkan menjadi penyeru kebaikan, dapat dilakukan oleh orang-orang yg telah usai menata diri dan keluarga lantas ingin menggapai derajat _insan kulli._
Seharusnya Musa as cukup patuh dan nurut dengan bapak angkatnya yaitu Fir'aun, maka segala kekuasaan dan harta akan ditahtahkan kepadanya, ini bila Musa as menjadi orang baik. tapi, perhatikan tatkala beliau bertransformasi menjadi penyeru kebaikan, maka beliau menjadi manusia nomer wahid dalam buronan negara kelas kakap, semua pasukan dan masyarakat mengejarnya utk dibunuh.
Lelaki ini santun, rendah hati, perkataannya selalu mencerminkan akhlak terpujinya, tidak pernah keluar dari lisannya melainkan adalah kebenaran dan kebaikan hingga beliau dijuluki seluruh orang di kota sebagai _al-amin._ inilah pribadi yg baik. tapi, perhatikan saat beliau bertransformasi menjadi penyeru kebaikan. maka berubah 180° penilaian masyarakat terhadapnya. cacian, makian, sumpah serapah, si tukang sihir, orang gila, semuanya dialamatkan kepada baginda Muhammad SAW
Akhirnya kita paham, bahwa ketika kita menjadi baik maka sedikit sekali ujian yg menghampiri, namun sedikitnya ujian menandakan bahwa _stagnan_ nya derajat kita di hadapa-Nya. namun bila menjadi penyeruh kebaikan maka ujian itu semakin besar, beruntunglah kita berada pada jalan para nabi-Nya. karena ini adalah jalan menuju Surga-Nya
Selamat menjadi penyeru kebaikan dimanapun dan kepada siapapun, sebab kita tidak pernah tahu pada kalimat kita yg mana seseorang akan tersentuh hatinya kepada kita.

M. Faiq Haqqoni, M. Pd. (Kabid Kajian & Diklat PW HDMI DKI Jakarta)

Recent Posts

Hikmah, Keutamaan, dan Niat Puasa Tasu'a dan Asyuro PW HDMI DKI Jakarta melakukan audiensi dengan BAZNAS DKI Jakarta Isra' Mi'raj dan Tarhib Ramadhan 1445 Hijriyah Bersama HDMI DKI Jakarta Jangan tinggalkan amal karena bosan Tawakal menghadirkan obat dari segala khawatir

Categories

Program Berita & Artikel Download